Sepeda Luna yang Kempes Pagi yang cerah menyambut Luna dan Rina. Mereka adalah sahabat karib yang selalu berangkat sekolah madrasah bersama. Hari ini, mereka berencana naik sepeda. Luna dengan sepeda pinknya, dan Rina dengan sepeda birunya. Saat Luna mengeluarkan sepedanya dari teras, "Oh, tidak!" serunya. Ban sepeda Luna kempes! Ia mencoba memencet-mencet ban itu, tapi tetap saja, kempes tak bisa dipakai. Wajah Luna langsung cemberut. Rina yang melihat sahabatnya murung, langsung punya ide. "Luna, jangan sedih! Bagaimana kalau kita boncengan saja di sepedaku?" tawar Rina sambil tersenyum lebar. Mata Luna berbinar. "Wah, ide bagus, Rina!" Maka, berangkatlah mereka berdua dengan satu sepeda. Luna duduk di belakang, dan Rina mengayuh di depan. Tentu saja, sadel atau tempat duduk sepeda Rina kan kecil. Jadi, sepanjang jalan, sadelnya jungklak-jungklik mengikuti gerakan mereka! "Hahahaha!" Luna dan Rina tak henti-hentinya tertawa. Boncengan di tempat...
coba saja untuk melihat diluar dari yang kamu lihat. maka kamu akan menemukan sesuatu yang lebih bermakna dari mata indahmu.